Cara Jitu Merawat Burung Kacer Menjadi Gacor - Perawatan burung kacer memang sangat penting, khususnya untuk pemula. Mereka yang baru membeli Kacer harus mengerti bagaimana cara merawat burung Kacer agar cepat gacor. Jangan asal memberinya pakan dan membersihkan kotorannya saja. Ini tidak akan membantu membuat Kacer cepat gacor. Kali ini kami akan berbagi sedikit tentang Cara Jitu Merawat Burung Kacer Menjadi Gacor, berikut informasinya.
Ciri-ciri jenis kelamin burung Kacer jantan
Bentuk kepala Kacer terlihat lebih persegi atau sedikit lebih rata.
Paruh Kacer jantan berwarna hitam di bagian atas dan bawah. Selain itu, ukuran paruhnya biasanya pendek.
Lidah Kacer jantan trotolan memiliki 1-2 bercak hitam atau blackspot.
Bulu bagian punggung dan sayap berwarna hitam, sedikit legam.
Postur tubuh lebih langsing, dada lebih bidang, dan kalau berdiri terlihat lebih tegap. Nantinya, kalau sudah dewasa, postur tubuh Kacer akan terlihat lebih bulat.
Pada posisi diam, ekor Kacer jantan akan terlihat lebih rapat, tidak terpisah-pisah.
Suara Kacer jantan lebih nyaring, gacor, dan bervariasi.
Semakin sering metode sedemikian diterapkan, maka makin bergantung pula ia pada pemiliknya. Tanpa disadari lama-kelamaan kacer akan menjadi lebih jinak. Namun perlu diketahui bahwa EF atau voer sebaiknya segera diberikan sebelum burung merasa terlalu kelaparan. Terlepas dari itu, selain dengan memberikan pakan dikala burung sedang dalam kondisi lapar, menjinakkan juga bisa dengan siklus penggantangan. Tindakan yang pertama adalah dengan menggantang burung pada ketinggian di tempat yang ramai atau padat aktivitas manusia.
Setelah itu, tepat pada minggu kedua, ketinggian gantangan sedikit diturunkan. Lepas dari dua minggu kemudian, atau lebih tepatnya memasuki minggu ke tiga, burung digantang dengan ketinggian yang normal seperti pada umumnya. Penggantangan dapat ditempatkan di teras rumah, halaman depan pertokoan, bawah pohon rindang, atau wilayah-wilayah ramai lainnya. Tujuan dari penggantangan ini sendiri yaitu supaya burung bisa terbiasa dengan kehadiran manusia, khususnya selain pemilik daripada burung itu sendiri.
Sementara, pakan buatan adalah voer dan semacamnya. Voer yang baik harus diganti setiap dua hari sekali. Selain itu, voer harus memiliki kadar protein 12-18 persen.
Kalau untuk minumannya, ada yang mengatakan bahwa Kacer lebih baik diberi air minum yang matang. Tujuannya agar air terhindar dari bakteri yang mengganggu tenggorokan, sehingga suaranya lebih plong dan tidak serak.
Tidak semua kacer enggan makan voer. Akan tetapi untuk burung bakalan yang merupakan hasil dari tangkapan hutan, secara umum pada awalnya pasti tidak mau terhadap voer. Oleh sebab itu ia harus dilatih terlebih dahulu supaya mau mengkonsumsi pakan kering tersebut. Di dalam veor mengandung aneka macam nutrisi khususnya protein yang mana sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang burung, terutama pada segi kesehatan dan perkembangan kemampuan berkicaunya.
Karena kandungan protein-nya yang bagus untuk perkembangan burung, maka sangat disayangkan kalau ia tidak mau menyantapnya. Disisi lain, sedangkan untuk cara melatih kacer agar mau makan voer, bisa dilakukan dengan mengurangi pemberian EF dan selalu menyediakan voer di dalam wadah makanannya. Tetapi sebaiknya usahakan jangan sampai terlambat memberikan EF kalau burung masih belum mau mengkonsumsi voer, sebab melatihnya untuk makan voer membutuhkan waktu yang agak lama.
Nah,itu tadi adalah beberapa info tentang Cara Jitu Merawat Burung Kacer Menjadi Gacor, semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.
![]() |
| Burung Berkicau |
Pemilihan jenis kelamin Kacer
Burung Kacer yang dapat berkicau gacor hanya burung berkelamin jantan. Oleh karena itu, Anda sebagai pemula harus mengerti cara memilih burung Kacer jantan.Ciri-ciri jenis kelamin burung Kacer jantan
Bentuk kepala Kacer terlihat lebih persegi atau sedikit lebih rata.
Paruh Kacer jantan berwarna hitam di bagian atas dan bawah. Selain itu, ukuran paruhnya biasanya pendek.
Lidah Kacer jantan trotolan memiliki 1-2 bercak hitam atau blackspot.
Bulu bagian punggung dan sayap berwarna hitam, sedikit legam.
Postur tubuh lebih langsing, dada lebih bidang, dan kalau berdiri terlihat lebih tegap. Nantinya, kalau sudah dewasa, postur tubuh Kacer akan terlihat lebih bulat.
Pada posisi diam, ekor Kacer jantan akan terlihat lebih rapat, tidak terpisah-pisah.
Suara Kacer jantan lebih nyaring, gacor, dan bervariasi.
Dijinakkan Lebih Dulu
Menjinakkan juga termasuk perawatan kacer paling awal. Pemandian tidak dilaksanakan seperti biasanya. Kalau pada umumnya pemandian dilakukan tidak secara basah kuyup, namun kali ini memandikan dilakukan hingga basah kuyup. Proses memandikan bisa dilakukan dengan disemprot menggunakan sprayer ataupun lewat keramba mandi. Dan pada saat kondisi basah kuyup burung akan mudah lapar. Di saat itulah pemilik bisa melakukan pendekatan dengan memberikan voer atau EF agar burung semakin terbiasa dengan keberadaan pemilik.Semakin sering metode sedemikian diterapkan, maka makin bergantung pula ia pada pemiliknya. Tanpa disadari lama-kelamaan kacer akan menjadi lebih jinak. Namun perlu diketahui bahwa EF atau voer sebaiknya segera diberikan sebelum burung merasa terlalu kelaparan. Terlepas dari itu, selain dengan memberikan pakan dikala burung sedang dalam kondisi lapar, menjinakkan juga bisa dengan siklus penggantangan. Tindakan yang pertama adalah dengan menggantang burung pada ketinggian di tempat yang ramai atau padat aktivitas manusia.
Setelah itu, tepat pada minggu kedua, ketinggian gantangan sedikit diturunkan. Lepas dari dua minggu kemudian, atau lebih tepatnya memasuki minggu ke tiga, burung digantang dengan ketinggian yang normal seperti pada umumnya. Penggantangan dapat ditempatkan di teras rumah, halaman depan pertokoan, bawah pohon rindang, atau wilayah-wilayah ramai lainnya. Tujuan dari penggantangan ini sendiri yaitu supaya burung bisa terbiasa dengan kehadiran manusia, khususnya selain pemilik daripada burung itu sendiri.
Pemberian pakan dan minum Kacer
Pakan terbaik untuk Kacer terbagi menjadi dua, yaitu pakan alami dan pakan buatan atau racikan. Pakan alami Kacer cukup beragam, seperti jangkrik, belalang, orong-orong, kroto, ulat bambu, ulat Hong Kong, dan cacing tanah. Sebagai contoh, berikan jangkrik 2-3 ekor pada pagi hari dan sore hari. Sedangkan, ulat Hong Kong cukup 1 sendok teh setiap tiga hari sekali.Sementara, pakan buatan adalah voer dan semacamnya. Voer yang baik harus diganti setiap dua hari sekali. Selain itu, voer harus memiliki kadar protein 12-18 persen.
Kalau untuk minumannya, ada yang mengatakan bahwa Kacer lebih baik diberi air minum yang matang. Tujuannya agar air terhindar dari bakteri yang mengganggu tenggorokan, sehingga suaranya lebih plong dan tidak serak.
Tidak semua kacer enggan makan voer. Akan tetapi untuk burung bakalan yang merupakan hasil dari tangkapan hutan, secara umum pada awalnya pasti tidak mau terhadap voer. Oleh sebab itu ia harus dilatih terlebih dahulu supaya mau mengkonsumsi pakan kering tersebut. Di dalam veor mengandung aneka macam nutrisi khususnya protein yang mana sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang burung, terutama pada segi kesehatan dan perkembangan kemampuan berkicaunya.
Karena kandungan protein-nya yang bagus untuk perkembangan burung, maka sangat disayangkan kalau ia tidak mau menyantapnya. Disisi lain, sedangkan untuk cara melatih kacer agar mau makan voer, bisa dilakukan dengan mengurangi pemberian EF dan selalu menyediakan voer di dalam wadah makanannya. Tetapi sebaiknya usahakan jangan sampai terlambat memberikan EF kalau burung masih belum mau mengkonsumsi voer, sebab melatihnya untuk makan voer membutuhkan waktu yang agak lama.
Nah,itu tadi adalah beberapa info tentang Cara Jitu Merawat Burung Kacer Menjadi Gacor, semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.

Komentar
Posting Komentar