Langsung ke konten utama

Rahasia Katuranggan Di Balik Burung Berkicau

Rahasia Katuranggan Di Balik Burung Berkicau - Katuranggan berasal dari kata turangga, yang berarti kuda dalam bahasa jawa. Awalnya digunakan untuk mendefinisikan ciri kuda yang bagus. Dahulu kala, kuda menjadi salah satu tolok ukur kesuksesan seseorang di Jawa. Selanjutnya kata dan istilah katuranggan diadopsi oleh para pecinta perkutut pada masa lampau. Bahkan istilah katuranggan masih dipakai hingga sekarang.

Namun katuranggan hanya melihat persamaan bentuk fisik semata, kebenarannya tida 100%, karena ada burung yang berkarakter fisik oke, tetapi kualitas suaranya biasa-biasa saja, karena masih ada mental, latihan, dan faktor lainnya, Semisal. Kesehatan burung, kelincahan, serta mata yang berbinar tidak sayu.

Katuranggan Tak Hanya Untuk Perkutut.
Istilah katuranggan tak hanya dimonopoli oleh kung mania di dunia perkutut. Tetapi juga di kenal sama baiknya oleh para kicau mania di belantika burung ocehan.

Tapi istilah katuranggan tidak bisa serta-merta dipahami atau dimengerti oleh kicau mania terutama kalangan kicau mania pemula. Maka di ulasan kali ini, kami akan memberi sedikit info tentang istilah katuranggan.

Katuranggan adalah ciri fisik yang bagus, bahkan bisa langsung dipraktikkan dan jadi patokan pada saat memilih bakalan burung ocehan. Ciri-ciri fisik burung yang berbakat, tentunya hal ini menunjuk pada karakteristik burung ocehan yang berjaya di arena kontes burung berkicau. Maka dari itu, dalam hal memilih bakalan ciri fisik menjadi pertimbangan utama.

Ukuran, bentuk, proporsi setiap bagian tubuh unggas bersuara merdu menjadi incaran utama para pencari bakat. Bahkan ada yang melihat lebih detail dari bagian kaki sampai kuku-kukunya. “Ciri fisik yang paling utama adalah bodinya panjang dan kepala lebar. Logisnya, burung berciri-ciri ini punya stamina serta nafas yang panjang saat berbunyi atau bernyanyi”. Ungkap Chamim, penghobi burung ocehan asal Sidoarjo.

Ciri-ciri Dasar Katuranggan Pada Burung Ocehan
Burung Kacer Katuranggan
Kacer Katuranggan

Berbodi Ramping

Semisal burung Anis merah, Anis merah atau Punglor merah punya katuranggan utama dari proporsi badannya. Bentuknya ramping memanjang, panjang bodi jauh lebih panjang dari lebar tubuhnya. Jadi, meskipun besar dan panjang, kalu badannya lebar alias buntek bukanlah Anis merah pilihan.

Sedangkan untuk burung Murai batu, salah satu burung ocehan populer yang lain, juga memiliki ciri fisik yang tidak berbeda, harus ramping. Bukan tanpa alasan bodi ramping menjadi idola. Pasalnya, dengan karakter bodi burung yang atletis, burung menjadi lebih gesit dan berstamina bagus.

Untuk burung Cendet. Meskipun dasar pertimbangannya sama yakni berbodi ramping, Cendet memiliki bentuk yang khas dan tidak boleh luput dari perhatian. Ketika berdiri, burung yang juga beken dengan nama Pentet ini harus dalam posisi tegak lurus. Proporsi tubuh mulai dari ekor sampai badan dan kepala akan menyerupai segitiga terbalik, besar pada bagian atas dan berangsur mengecil pada bagian bawah.

Hal Penting Untuk Pemula Dalam Mengenali Bodi Burung Ocehan Yang Ideal.
Bagi pemula, untuk mengenali burung yang memiliki propoersi bodi yang ideal tidak bisa instan, diperlukan pengalaman serta perbandingan dengan materi burung bakalan yang lain. Maka dari itu lebih baik jika melihat tidak hanya satu atau dua bakalan untuk bahan materi perbandingan.

Leher Panjang Penentu Suara

Bakalan yang memendam bakat suara prima juga memiliki leher panjang. Serta memiliki mata besar dan sedikit melotot alias belok. Untuk paruh burung ocehan yang sesuai katuranggan, yaitu. Memiliki moncong panjang dan tebal. Untuk burung Anis merah, Ukuran kepala, leher dan paruh diperkirakan sangat menentukan kualitas suara anis merah yang merupakan ocehan paling populer dikalangan pengemar burung berkicau.

Ciri-ciri bagian leher sampai kepala juga berlaku untuk burung ocehan beken lainnya seperti murai batu dan cendet. Namun ada tambahan untuk burung murai batu. Kepala murai batu yang bagus nampak kotak. Sama seperti propersi tubuh, ukuran dan bentuk leher sampai kepala juga bukan hanya sekedar mitos belaka. Para kicau mania melihat logika, karakter itu akan menunjang munculnya suara keras, selain itu tentunya juga melihat keterkaitan ciri tersebut muncul dari burung kicauan jawara kontes.

Demikian sedikit info tentang Tips, Mengenali katurangan pada burung ocehan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat buat Sahabat Ronggolawers.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ini Lah Cara Paling Ampuh Merawat Love Bird Agar Ngekek Lama

Ini Lah Cara Paling Ampuh Merawat Love Bird Agar Ngekek Lama -  Kalau sudah bicara tentang Lovebird, kebanyakan kicau mania pasti akan bertanya-tanya bagaimana cara membuat Lovebird ngekek panjang. Pertanyaan seperti ini sering dilontarkan para kicau mania karena membuat Lovebird ngekek panjang itu tidak semudah yang dibayangkan. Saat ini, Lovebird fenomenal yang ngekeknya panjang adalah Lovebird Kusumo. Lovebird milik H. Sigit WMP ini bisa ngekek sangat panjang dengan durasi lebih dari 3 menit. Kalau Lovebird lain mungkin tidak sampai 1 menit sudah berhenti ngekeknya atau paling lama sekitar 1 menitan. Lantas, bagaimana cara H. Sigit WMP melatih Lovebird Kusumo biar bisa menjadi juara seperti sekarang? Tentunya, setiap Lovebird jawara pasti memiliki rahasia perawatan masing-masing. Lovebird Kusumo juga demikian. Agar bisa ngekek panjang, H. Sigit WMP menerapkan beberapa tahapan perawatan pada Lovebird Kusumo. Pengembunan Pengembunan Burung Love Bird Setelah solat subuh (j...

Cara Paling Ampuh menjinakan Burung Murai Batu Kalimantan

Cara Paling Ampuh menjinakan Burung Murai Batu Kalimantan - Murai Batu binatang yang berasal dari Kalimantan ini terkenal dengan bunyinya yang begitu khas. Jenis burung ini mulai banyak digemari oleh para pecinta binatang kicauan. Perawatan dalam murai batu ini sebenarnya tidak terlalu sulit hanya butuh ketelitian dan ketelatenan. Berikut ini akan dibahas mengenai cara menjinakan murai batu kalimantan. Sahabat kicau mungkin akan mengalami kesulitan apabila memiliki murai batu yang tergolong liar atau baru didapatkan. Murai Batu seperti ini oleh para kicau mania semua biasanya disebut dengan bakalan. Jenis murai batu bakalan ini biasanya giras (terbang terbang di sangkar). Bahkan karena baru ditangkap dan belum bisa menyesuaikan diri dengan sangkar membuat burung tidak mau makan dan mudah sekali mengalami stress. Cara Menjinakkan Murai Batu Kalimantan Yang Mudah Dilakukan Kalau pecinta burung murai batu semuanya ingin mengetahui cara untuk menjinakan murai batu kalimantan. Maka kicau m...